Energy imbalance adalah penyebab utama kelebihan berat dan obesitas, dan ini disebabkan oleh kebiasaan  yang membuat kita mengkonsumsi asupan makanan secara berlebih dan berkurangnya energy expenditure (1) . Modifikasi kebiasaan menjadi pendekatan yang paling direkomendasi untuk dilakukan namun jika ini tidak berhasil, maka pendekatan medis berupa obat-obatan dan operasi digunakan untuk membantu. Salah satu modifikasi kebiasaan yang dilakukan adalah  makan lebih pelan dan intuitive. 

KENAPA? APAKAH TIDAK ADA CARA YANG LEBIH MEYAKINKAN?

Saya sangat sibuk jadi tidak sempat untuk melakukan ini. Hal sederhana ini seperti banyak yang meremehkan kebiasaan ini, karena rutinitas manusia semakin banyak yang menyebabkan kebiasaan ini di jauhi masyarakat, di tambah lagi ada anggapan masyarakat bahwa makan cepat artinya kerja cepat. Namun jika goal anda untuk menurunkan berat badan hal ini menjadi sangat penting untuk di lakukan.  Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa jika kita makan lebih pelan dan intuitive mampu menekan hormon ghrelin (hormone yang menyebabkan lapar) lebih lama daripada makan secara normal. Pada akhirnya orang yang makan lebih pelan mengkonsumsi snack yang 25% kalorienya lebih sedikit daripada orang yang makan dengan normal (2). 

APAKAH ADA BEDA HASILNYA DENGAN DIET KONVENSIONAL YANG BIASA ORANG LAKUKAN?

Berdasarkan hasil meta analisis makan dengan pelan dan intuitive memiliki perbedaan yang tidak signifikan hasilnya dengan diet konvensional, cara ini adalah paling praktis untuk dipraktekkan sehari-hari.(3). 

BAGAIMANA CARA UNTUK MAKAN LEBIH PELAN DAN INTUITIVE?

Berikut beberapa strategi yang bisa anda jalankan (4):

  • Buatlah goal kepada diri anda sendiri berapa menit kah anda menargetkan diri anda untuk menghabiskan makanan ini
  • Lakukan sesuatu di antara satu suapan ke suapan selanjutnya seperti, menaruh sendok, minum dan fokus ke percakapan di meja.
  • Singkirkan pengganggu seperti, TV, smartphone, buku ataupun koran.
  • Perhatikan apa yang mempengaruhi kecepatan makan anda, seperti: dengan siapa kita makan, kapan, apa yang di makan, dan dimana makan?
  • Cobalah untuk mencium, mengunyah dan merasakan apa yang anda makan.

SUMBER:

1) Daniels SR: Regulation of body mass and management of childhood overweight. Pediatr Blood Cancer. 2005, 44 (7): 589–94. 10.1002/pbc.20353.

2) Hawton KFerriday DRogers PToner PBrooks JHolly JBiernacka KHamilton-Shield JHinton E.. Slow down : Behavioural and Physiological Effect of Reducing Eating Rate. Nutrients. 2018 Dec 27;11(1). pii: E50. doi: 10.3390/nu11010050.

3) Fuentes Artiles RStaub KAldakak LEppenberger PRühli FBender N. Mindful eating and common diet programs lower body weight similarly: Systematic review and meta-analysis. Obes Rev. 2019 Aug 1. doi: 10.1111/obr.12918

4) Berardi J, Andrews R, Pierre BSt, Dixon KS, Kollias H, DePutter C. The Essentials of Sport and Exercise Nutrition. Canada.2018; 389-390