Makan perlahan memiliki segudang manfaat mulai dari pencernaan yang lebih baik, tubuh lebih terhidrasi, lebih mudah dalam penurunan berat badan atau menjaga berat badan tetap stabil dan rasa puas terhadap makanan yang kita konsumsi. Sedangkan makan terlalu cepat memiliki kekurangan seperti sistem pencernaan yang kurang baik, peningkatan berat badan dan rasa kenyang terhadap makanan yang kurang. Kesimpulannya adalah turunkan kecepatan saat makan dan anda akan merasakan manfaat kesehatan secara keseluruhan.

Kita memiliki nilai sosial yang dipercaya bahwa dengan makan yang lebih cepat makan kita bisa bekerja dengan cepat. Kita sangat jarang merasakan dari rasa makanan tersebut bahkan tidak mengunyahnya dengan baik.

KENAPA MAKAN SECARA PERLAHAN?

  • MERASAKAN KEPUASAAN TERHADAP MAKANAN

Salah satu manfaat makan lebih pelan adalah memberikan kesempatan kepada otak anda untuk memberikan sinyal bahwa anda puas. Hal ini membutuhkan waktu 20 menit, kebanyakan dari kita makan lebih cepat daripada itu. Bayangkan kelebihan kalori yang anda masukkan karena tidak memberikan kesempatan kepada tubuh anda untuk merasakan puas dan hal ini berlangsung dalam jangka waktu lama dan berakibat berat badan melonjak. Puas disini memiliki arti yang berbeda dengan kenyang, anda akan merasakan hal baik karena anda makan makanan tersebut.

  • MENINGKATKAN FUNGSI PENCERNAAN

Jika dikaitkan dengan reaksi kimia, ketika kita mencium aroma, melihat dan memikirkan makanan maka air liur sudah bersiap untuk menerima makanan tersebut. Air liur mengandung enzim yang mampu memecah makanan lebih sederhana dan membantu untuk menelan. Langkah selanjutnya lambung kita mulai memproduksi asam lebih banyak. Usus kecil kita melakukan gerakan peristaltic dan seterusnya. Ketika kita membuat proses ini terlalu cepat, kita memaksa saluran pencernaan kita untuk menerima makanan sebelum siap.

  • PORSI LEBIH SEDIKIT TANPA DISADARI

Sebuah penelitian di Universitas Rhode Island, mereka menyediakan makan siang 30 orang wanita dengan berat badan normal dengan dua kondisi yang berbeda. Makanan tersebut adalah pasta saus tomat di tambah dengan keju parmesan dan segelas air putih. Pada satu kondisi peneliti meminta wanita tersebut untuk makan lebih pelan dan makan sampai cukup kenyang dan kondisi yang lain peneliti meminta mereka untuk makan secepat mungkin.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan perbedaan asupan kalori terhadap dua kondisi yang berbeda, yaitu:

  1. Ketika makan dengan cepat wanita tersebut mengkonsumsi 646 kalori dalam 9 menit
  2. Sedangakan saat makan leih pelan, mereka hanya mengkonsumsi 579 kalori dalam waktu 29 menit.

67 kalori lebih sedikit dengan perbedaan waktu 20 menit, jika kita makan 3x sehari tentunya angka ini akan cukup lumayan belum lagi ditambah kebiasaan ini dilakukan dalam jangka waktu puluhan tahun.

Ada satu hasil menarik lainnya, ketika wanita tersebut makan siang dengan cepat, mereka merasakan lapar lebih cepat 1 jam daripada makan lebih pelan.

Jadi makan cepat tidak hanya membuat anda mengkonsumsi makanan lebih banyak, hal tersebut juga membuat tingkat kepuasaan akan makanan lebih kurang, sebaliknya makan lebih pelan membuat kepuasan terhadap makanan lebih lama.

  • HIDRASI YANG LEBIH BAIK

Hidrasi yang baik menjaga cairan tubuh dalam keadaan optimal, lebih berenergi, membantu ginjal dan pencernaan untuk bekerja lebih baik dan tentunya membuat kulit anda lebih sehat. Salah satu manfaat lainnya makan lebih pelan adalah anda bisa minum lebih banyak saat makan.

Ada sebuah penelitian lagi di universitas Rhode Island, mereka membandingkan jumlah air yang di konsumsi antara wanita yang makan lebih cepat sebanyak 289 ml air dan yang lebih pelan 409ml air. Dari hasil tersebut juga membuat peneliti memberikan kesimpulan bahwa dengan minum air lebih banyak membuat rasa puas lebih lama.

APAKAH MAKAN TERLALU CEPAT SEBURUK ITU?

Makan perlahan mungkin obat yang mujarab untuk menurunkan berat badan, tapi membantumu untuk mengatur porsi makanan dan tingkat kepuasan terhadap makanan lebih lama.

Sementara itu, penelitian tentang makan cepat sangat jelas: Makan dengan cepat meningkatkan berat badan dan membuat Anda makan diluar kendali kebiasaan.

  • KENAIKAN BERAT BADAN

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan makan lebih cepat membuat berat badan anda naik dari waktu ke waktu daripada makan lebih pelan.

Jika anda ingin menurunkan berat badan atau menjaga berat badan tetap stabil maka makan lebih pelan adalah salah satu solusinya.

  • EATING DISORDER AND EATING SPEED

Jika Anda pernah mengalami “binge eating, Anda akan tahu perasaan keinginan kuat untuk mendapatkan suatu jenis makanan secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu ciri khas “binge eating” adalah kecepatan makan yang cepat.

Orang yang mengalami kompulsif  sering merasakan susah mengendalikan pola makan mereka. Setelah melakukan “bine eating”, mereka merasa bersalah, malu, dan menyesal.

Kabar baiknya adalah bahwa Anda sering dapat mengatasi “binge eating” tersebut dengan memperlambat kecepatan makan anda

Faktanya, ini adalah teknik yang kami gunakan dalam program nutrisi kami: Ketika Anda berada dalam situasi “binge eating”, cobalah untuk memperlambat durasi makan dan anda akan menyadari apa yang terjadi.

Anda mungkin tidak bisa sesegera mungkin berhenti makan, namun hal tersebut tidak menjadi masalah. Tetapi kebanyakan orang dapat memperlambat diri mereka sendiri, ketika “binge eating terjadi”.

Strategi menghadapi “binge eating” ini sangat sederhana, alihkan perhatian Anda, memfokuskan kembali, dan bantu diri Anda untuk mengontrolnya kembali.

KESIMPULAN

Sebagian besar dari kita menjalani kehidupan yang sibuk dan serba cepat, sehingga dapat dimengerti bahwa kita  menyantap makanan kita lebih cepat. Tetapi makan dengan cepat tidak memberikan kita manfaat.

Ketika kita makan terlalu cepat berakhir dengan makan lebih dari yang kita butuhkan, yang menyebabkan pencernaan yang buruk, penambahan berat badan, dan tingkat kepuasan yang lebih rendah terhadap makanan.

Sebaliknya, makan perlahan membuat pencernaan lebih baik, pemeliharaan berat badan lebih mudah – dan kepuasan lebih besar terhadap makanan kita.

Sumber:

  1. Andrade A, Greene G, Melanson K.  Eating slowly led to decreases in energy intake within meals in healthy women.  J Am Diet Assoc.  2008;108(7):1186-1191
  2. Andrade A, Kresge DL, Teixera PJ, Baptista F, Melanson K.  Does eating slowly influence appetite and energy intake when water intake is controlled?.  Int J Nutr Phys Act.  2012;9:135
  3. Lemmens SG, Martens EA, Born JM, Martens MJ, Westerterp-Plantenga MS.  Staggered meal consumption facilitates appetite control without affecting postprandial energy intake.  J Nutr.  2011;141(3):482-488
  4. Karl JP, Young AJ, Montain SJ.  Eating rate during a foxed-portion meal does not affect postprandial appetite and gut peptides or energy intake during a subsequent meal.  Physiol Behav.  2011;102(5):524-531
  5. Leong SL, Madden C, Gray A, Waters D, Horwath C. Faster self-reported speed of eating is related to higher body mass index in a nationwide survey of middle-aged women. J Am Diet Assoc. 2011;111(8):1192–1197.
  6. Otsuka R, Tamakoshi K, Yatsuya H, Murata C, Sekiya A, Wada K, Zhang HM, Matsushita K, Sugiura K, Takefuji S. et al. Eating fast leads to obesity: findings based on self-administered questionnaires among middle-aged Japanese men and women. J Epidemiol. 2006;16(3):117–124
  7. Sasaki S, Katagiri A, Tsuji T, Shimoda T, Amano K. Self-reported rate of eating correlates with body mass index in 18-y-old Japanese women. Int J Obes Relat Metab Disord. 2003;27(11):1405–1410.
  8. Tanihara S, Imatoh T, Miyazaki M, Babazono A, Momose Y, Baba M, Uryu Y, Une H. Retrospective longitudinal study on the relationship between 8-year weight change and current eating speed. Appetite. 2011;57(1):179–183
  9. Gerace TA, George VA. Predictors of weight increases over 7 years in fire fighters and paramedics. Prev Med. 1996;25(5):593–600